
Pengolahan Air Tanah untuk Air Minum
Daftar isi
Pendekatan Umum
Pengolahan air tanah untuk memenuhi standar air minum mengikuti strategi progresif lima langkah:“Pengujian Kualitas Air → Diagnosis Masalah → Pengobatan yang Tepat Sasaran → Jaminan Disinfeksi → Pasokan yang Sesuai.”Berdasarkan faktor-faktor umum yang melebihi batas dalam air tanah—termasuk besi dan mangan, fluorida, arsenik, nitrat, kesadahan, dan total padatan terlarut—kombinasi proses yang tepat dipilih untuk memastikan air limbah memenuhi persyaratan Standar Kualitas Air Minum (GB 5749).
Rute Teknis Inti
①Penghilangan Besi dan Mangan (Aerasi + Oksidasi Kontak / Filtrasi Pasir Mangan):Air tanah yang kaya akan besi fero (Fe²⁺) dan mangan mangan (Mn²⁺) mengalami aerasi untuk mengoksidasi Fe²⁺ menjadi Fe³⁺ dan Mn²⁺ menjadi Mn⁴⁺, kemudian ditahan dalam filter pasir mangan atau filter oksidasi kontak. Metode ini dapat diterapkan di daerah pertambangan besi, daerah pertambangan batubara, dan zona air tanah dangkal dengan konsentrasi besi dan mangan yang tinggi.
②Penghilangan Fluorida (Alumina Aktif / Hidroksiapatit / Elektrodialisis):Alumina aktif menyerap dan menghilangkan fluorida. Media filter hidroksiapatit menghilangkan fluorida melalui pertukaran ion. Elektrodialisis atau osmosis terbalik menyediakan pemisahan membran. Dapat diterapkan pada daerah endemik dengan air minum berfluorida tinggi, seperti sebagian wilayah utara dan barat laut Tiongkok.
③Penghilangan Arsenik (Adsorpsi / Oksidasi + Flokulasi + Filtrasi):Adsorben oksida besi-mangan atau alumina aktif mengadsorpsi As(III) dan As(V). Kalium ferrat atau oksidasi klorin mengubah As(III) menjadi As(V), diikuti oleh flokulasi dan penyaringan untuk menghilangkannya. Dapat diaplikasikan pada daerah sumber air yang terkontaminasi arsenik.
④Penghilangan Nitrat (Pertukaran Ion / Osmosis Terbalik / Elektrodialisis):Resin penukar ion secara selektif menghilangkan ion nitrat. Osmosis balik atau elektrodialisis menyediakan pemisahan membran. Dapat diterapkan pada air tanah dengan kadar nitrat berlebih akibat pencemaran sumber non-titik pertanian.
⑤Penghilangan Kesadahan + Penyesuaian Mineralisasi (Pertukaran Ion / Osmosis Terbalik + Remineralisasi):Pelunakan air dengan pertukaran ion natrium mengurangi kesadahan kalsium dan magnesium. Desalinasi RO diikuti oleh media filter mineralisasi untuk menyesuaikan pH dan kandungan mineral, serta mengisi kembali unsur-unsur jejak penting. Dapat diterapkan pada air tanah dengan kesadahan dan salinitas tinggi.
⑥Jaminan Disinfeksi (Natrium Hipoklorit / Klorin Dioksida / UV):Air yang telah diolah menjalani disinfeksi untuk menghilangkan bakteri dan virus. Penambahan natrium hipoklorit menjaga kadar klorin residual dalam jaringan distribusi. Klorin dioksida cocok untuk sistem penyediaan air sumur dalam. Sinar UV berfungsi sebagai disinfeksi tambahan untuk stasiun penyediaan air skala kecil.
Pertimbangan Utama
Prinsip inti pengolahan air tanah untuk air minum adalah“Perawatan yang tepat sasaran dan tingkat perawatan yang sesuai.”Kualitas air tanah sangat bervariasi tergantung lokasi. Proses pengolahan harus disesuaikan berdasarkan laporan pengujian kualitas air yang sebenarnya; pendekatan seragam harus dihindari.
Pemantauan kualitas air secara berkala pada sumber air tanah direkomendasikan, dengan memperhatikan dampak fluktuasi permukaan air terhadap kualitas air dan pencegahan penurunan kualitas akibat infiltrasi dari sumber polusi di sekitarnya.
Untuk zat beracun dan berbahaya seperti arsenik dan fluorida, pengolahan harus mencapai kepatuhan sebelum dikonsumsi; pengenceran dan pembuangan sederhana bukanlah praktik yang dapat diterima.
Kami sangat ingin berbicara dengan Anda.
Silakan hubungi kami menggunakan detail kontak di bawah ini.
Isilah formulir di bawah ini dan kami akan menghubungi Anda sesegera mungkin!

